BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Karbohidrat yang berasal dari
makanan, dalam tubuh mengalam perubahan atau metabolime. Hasil metabolism
karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen
adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-selpada
jaringan otot sebagai sumber energy. Jadi ada bermacam-mcam seyawa yang
termasuk dalam golongan karbohidrat ini. Dari contoh-contoh tadi kit menegtahui
bahwa amilum atau pati, selulosa, glikogen, gula atau sukrosa dan glukosa
merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam kehidupan manusia.
Energy yang terkandung dalam
karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energy matahari. Karbohidrat, dalam
hal ini glukosa, dibentuk dari karbondoksida dan air dengan bantuan sinar
matahari dan klorofil dalam daun. Selanjutnya glukosa yang terjadi diubah
menjadi amilum dan disimpan pada bagian lain, misalnya pada buah atau umbi.
Proses pembentukan glukosa dari karbondioksida dan air disebut proses
fotosintesis.
1.2
RUMUSAN MASALAH
a.) Apa definisi
dari Karbohidrat?
b.) Bagaimana
Karbohidrat dalam tanaman?
c.) Bagaimana
klasifikasi pada Karbohidrat?
1.3
TUJUAN PENULISAN
a.) Untuk
mengetahui dan mempelajari definisi dari Karbohidrat.
b.) Untuk
mengetahui dan mempelajari bagaimana karbohidrat pada tanaman.
c.) Untuk
mengetahui dan mempelajari bagaimana klasifikasi karbohidrat.
1.4
MANFAAT PENULISAN
a.) Agar dapat
mengetahui dan mempelajari definisi dari Karbohidrat.
b.) Agar dapat
mengetahui dan mempelajari bagaimana karbohidrat pada tanaman.
c.) Agar dapat
mengetahui dan mempelajari bagaimana klasifikasi karbohidrat.
BAB
2
PEMBAHASAN
Dalam kaitannya dengan proses
metabolisme, telah kita ketahui bahwa proses ini dibagi ke dalam dua proses
bagian lagi, yakni anabolisme (reaksi pembentukan) dan katabolisme (reaksi
penguraian). Reaksi katabolisme meliputi proses respirasi, dan fermentasi,
sedangkan proses anabolisme ini meliputi proses kemosintesis, sintesis lemak,
sintesis protein, dan proses fotosintenis. Dalam kaitannya dengan tumbuhan,
pada akhir proses fotosintesis ini akan dihasilkan molekul gula atau
karbohidrat yang tersusun atas unsure C, H, dan O dimana salah satu fungsinya
adalah sebagai sumber energy dan penyusun struktur sel.
2.1
DEFINISI KARBOHIDRAT
Karbohidrat adalah polihidroksi
aldehid atau polihidroksi keton dan meliputi kondensat polimer-polimer yang
terbentuk. Nama karbohidrat dipakai dalam senyawa tersebut karena rumus
empirisnya yang berupa CnH2nOnatau Cn(H2O)n yaitu
karbon yang mengalami hidratasi. Namun nama tersebut kurang tepat karena hidrat
yang terikat pada gugus karbon bukanlah sebagai hidrat yang sebenarnya, misal
tidak dapat dipisahkan atau dikristalkan tersendiri yang terlepas dari gugusnya
(Sudarmadji, 1989).
Karbohidrat atau hidrat arang adalah
suatu zat gizi yang memiliki fungsi utama sebagai penghasil energi, dimana
setiap gramnya menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan energi lebih
besar, namun karbohidrat lebih banyak dikonsumsi sehari-hari sebagai bahan
makanan pokok, terutama pada negara yang sedang berkembang. Di negara
berkembang karbohidrat dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada
daerah-daerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju karbohidrat
dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan oleh sumber bahan makanan
yang mengandung karbohidrat lebih murah harganya dibandingkan sumber bahan
makanan kaya lemak maupun protein. Karbohidrat banyak ditemukan pada serealia
(beras, gandum, jagung kentang, dan sebagainya), serta pada biji-bijian yang
tersebar luas di alam.
Secara umum definisi karbohidrat
adalah senyawa organik yang mengandung atom karbon, hidrogen, dan oksigen, dan
pada umumnya unsur hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O.
Di dalam tubuh karbihidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian
dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari
makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber makanan yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan. Pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dibentuk dari hasil reaksi
CO2 dan H2O melalui proses fotosintesis di dalam sel
tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil).
Karbohidrat juga berperan penting
dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya warna, rasa, tekstur dan
lain-lain. Sedangkan dalam tubuh karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya
ketosis, pemecahan protein yang berlebihan, kehilangan mineral dan berguna
untuk metabolisme lemak dan protein (Winarno, 2002)
Pada tanaman, karbohidrat dibentuk
dari reaksi karbohidrat dan air dengan bantuan klorofil dan sinar matahari pada
jasad hidup autrotopik. Melalui proses fotosintesis ini kemudian mengalami
polimerisasi menjadi pati atau selulosa.Secara kimia reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut:
CO2 + H2O ® (CH2O)n
+ O2
Cara mudah dalam mendapatkan
karbohidrat adalah dengan cara mengekstraknya dari bahan-bahan nabati sumber
karbohidrat yaitu serealia, umbi-umbian dan batang tanaman, misalnya sagu
(Winarno, 2002) .
Karbohidrat juga merupakan
segolongan besar senyawa organik yang
paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup,
terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa),
cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada
hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada
tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi
karbohidrat.
Secara biokimia,
karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton, atau
senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila
dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugushidroksil.
Pada awalnya, istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang
mempunyai rumus (CH2O)n, yaitu senyawa-senyawa
yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul
air. Namun demikian, terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus
demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen, fosforus,
atau sulfur.
Bentuk molekul karbohidrat
paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida,
misalnya glukosa,galaktosa, dan fruktosa.
Banyak karbohidrat merupakan polimer yang
tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta
dapat pula bercabang-cabang, disebut polisakarida,
misalnya pati, kitin, dan selulosa. Selain monosakarida dan polisakarida,
terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian
beberapa monosakarida).
2.2
KARBOHIDRAT PADA TANAMAN
Pemindahan energi dati sinar
matahari ke dalam tanaman dilaksanakan dengan perantara klorofil. Senyawa
tersebut terdapat dalam sebuah organel vital bagi tanaman yaitu khloroplas
(Salisbury, 1985).
Proses fotosintesis akan
menghasilkan karbohidrat, terutama glukosa. Diantara berbagai karbohidrat yang
penting yang dapat dibentuk oleh tumbuhan dari glukosa adalah selulosa, sukrosa
dan pati/amilum. Amilum didalam tumbuhan banyak tersimpan dalam akar, umbi
ataupun biji-bijian. Butir-butir amilum itu sebenarnya semula terdapat di dalam
kloroplas daun sebagai hasil fotosintesis. Menurut Loveless (1994) pada
kebanyakan tumbuhan dikotil juga monokotil, pati mulai terkumpul pada daun
segera setelah terjadi proses fotosintesis yang berjalan cepat, sehingga pada
tanaman dikotil mempunyai daun pati sedangkan daum monokotil mempunyai daun
gula.
Menurut Hopkins (1995) amilum
terdiri dari campuran amilosa dan amilopektin. Amilosa bereaksi dengan Iod (I)
menghasilkan perubahan warna komplek merah ungu. Warna ini ditimbulkan oleh
ikatan lemah diantara molekul pati/amilum dan Iod.
Adanya amilum pada daun sebagai
hasil fotosintesis dapat diuji keberadaannya. Adanya pati/amilum dalam daun
lebih mudah dideteksi daripada adanya gula, sehingga tumbuhan berdaun pati
seperti bayam dapat digunakan sebagai bahan dalam praktikum ini. Hal pertama yang
dilakukan adalah menutup bagian daun bayam sebelum bayam sebelum terkena sinar
matahari dan memetiknya sesudah beberapa saat terkena sinar matahari sehingga
dimungkinkan tumbuhan bayam tersebut telah berfotosintesa. Daun yang telah
dipetik tersebut dimasukan kedalam larutan alkohol 95% yang panas. Larutan
alkohol berfungsi untuk melarutkan klorofil daun. Hal ini jelas terlihat,
setelah dicelupkan dalam alkohol 95% panas, warna hijau daun bayam pudar dan
menjadi kekuning-kuningan, kemudian daun ini dicuci dengan air panas
dengan cepat tujuannya adalah untuk menjaga bentuk sel agar tidal rusak,
setelah itu diberi larutan J-KJ yang akan memberikan ungu pada daun.
Karbohidrat merupakan suatu golongan
senyawa yang terdiri dari atau dapat dihidrolisis menjadi polisakarida aldehid
dan keton. Karbohidrat dalam tanaman adalah tepung atau amilum atau pati.
Amilum adalah homopolimer (suatu polimer yang terbentuk oleh hanya satu macam
unit monomerik) dari glukosa yang digabung oleh mata rantai yang sama dengan
maltosa. Macam amilum utama adalah amilosa dan amilopektin (bila dilarutkan
dengan iodin memberikan warna merah ungu). Sedangkan amilosa memberikan warna
biru (Fressenden R. J dan Fessenden J. S, 1997).
Menurut Tjitrosomo (1985), suatu
pengujian yang menunjukkan adanya pati pada banyak tumbuhan dianggap memberikan
kesan bahwa fotosintesis sedang berlangsung. Akumulasi pati dalam daun sebagai
cadangan sementara mudah didemonstrasikan. Jika klorofil dihilangkan dari daun
tumbuhan penghasil pati yang telah disimpan dalam gelap selama beberapa jam dan
daunnya kemudian diwarnai dengan iodium maka hanyalah warna coklat iodium yang
akan tampak. Akan tetapi, jika telah disinari sinar matahari selama sehari
dilakukan cara yang sama, maka pada daun akan tampak warna biru atau hitam yang
menunjukan adanya pati. Hal ini didukung oleh Loveless (1990) yang mengatakan
warna gelap yang terjadi memberikan indikasi perkiraan konsentrasi pati yang
ada dalam daun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
fotosintesa adalh cahaya, temperatur dan air. Pada umumnya tumbuhan didaerah
tropik tidak bisa melakukan fotosintesis pada suhu kurang dari 50 C,
maka meskipun sinarada cukup, tapi CO2 berkurang akan berakibat
fotosintesis terhambat. Amilum merupakan produk fotosintesis yang termasuk
heksosan yang sifatnya tidal larut dalam air dan tidak manis. Pengangkutan
amilum dari sel ke sel tidak mungkin dalam bentuk amilum tetapi dalam bentuk
gula. Amilum disimpan dalam plastida, yang nantinya akan dipecah menjadi
maltosa oleh enzim amilase. Enzim amilase tersebut terdiri dari a amilase dan b
amilase. a amilase menggugurkan amilosa dan dan amilopektin atas satuan yang
terdiri atas 6 sampai 9 molekul glukosa. Satuan itu disebut dextrin b amilase.
Kegiatannya memutuskan ikatan antara atom C nomer 1-4, tidak mampu untuk
memutuskan hubungan antara atom C 1-6 (Dwidjoseputro, 1992).
Posporilasi dengan ATP menjadi ADP
glukosa kemudian menjadi pati dan ADPG, glukosa 1P diposporilasi dengan UTP
menjadi UDP glukosa lalu menjadi amilum (Noogle dan Fritz,1989). Menurut
Hopkins (1995), pembentukan karbohidrat terjadi pada tempat dimana cahaya
menyinari bagian hijau karena bagian tersebut mengandung klorofil. Kehadiran
karbohidrat dapat diketahui dari reaksi dari iodium-amilum. Amilum terdiri dari
campuran amilosa dan amilopektin. Amilosa bereaksi dengan Iod (I) menghasilkan
perubahan warna komplek merah ungu. Warna ini ditimbulkan oleh ikatan lemah
diantara molekul pati/amilum dan Iod. Proses pembentukan amilum melalui
fotosintesis adalah sebagai berikut :
Transformasi karbohidrat itu
dipengaruhi oleh beberapa faktor luar. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
penyusunan amilum menurut Dwijoseputro (1994) diantaranya :
1.Temperatur
Temperatur yang rendah itu mempunyai pengaruh baik bagi pengubahan amilum menjadi gula. Pengubahan gula manjadi amilum terjadi pada temperatur sedang yaitu 200C sampai 300C.
Temperatur yang rendah itu mempunyai pengaruh baik bagi pengubahan amilum menjadi gula. Pengubahan gula manjadi amilum terjadi pada temperatur sedang yaitu 200C sampai 300C.
2.Pengaruh air
Daun yang layu di dalamnya banyak
terdapat amilum terubah menjadi gula sukrosa dan beberapa monosakarida.
Persediaan air yang agak berlebihan menambah kegiatan penyusunan amilum.
3. Konsentrasi ion-ion H+
3. Konsentrasi ion-ion H+
Perubahan pH membawa perubahan
kegiatan enzim. Enzim akan bekerja berlawanan jika lingkungannya mengalami
perubahan pH. Pada pH di atas 7 banyak terbentuk gula sedang gula akan
terbentuk menjadi amilum lagi jika pH turun sampai di bawah 7.
4. Konsentrasi gula
Keseimbangan antara persediaan gula
dan persediaan amilum terdapat di dalam sel. Pembentukan amilum itu tampak giat
karena pembentukan gula yang yang giat. Pada malam hari sebagian dari amilum
ada yang diubah menjadi gula sekedar untuk menjaga ketetapan konsentrasi.
5. Keadaan pH
6. Intensitas sinar
Hopkins (1995), menyatakan bahwa
pembentukan karbohidrat terjadi pada tempat dimana cahaya menyinari bagian yang
hijau karena bagian tersebut mangandung klorofil. Kahadiran karbohidrat dapat
diketahui dari Iodin-Amilum. Bagian daun yang tertutup ketas alumunium foil dan
dikenai sinar matahari, maka setelah dimasukkan dalam alkohol panas dan aquades
panas, kemudian ditetesi larutan iodin, maka bagian tersebut tidak akan
terbentuk warna ungu, tetapi bagian yang tidak ditutupi nampak berwarna ungu.
Dwijoseputro (1986), menggambarakan hubungan antara amilum dan I-KI dalam
reaksi berikut:
C5H8O4 + I – KI C5H8O4 + I5- + KI
Pembentukan pati terjadi melalui
suatu proses yang melibatkan sumbangan berulang unit glukosa dari gula
nukleotida serupa dengan UDPG yang disebut adenosin difosfoglukosa (ADPG).
Pembentukan ADPG berlangsung dengan menggunakan ATP dan glukosa 1-p. Tentunya
warna pada daun yang diuji seharusnya berwarna coklat iodin, sedangkan pada
daun yang digunakan sebagai kontrol akan berwarna lebih gelap. Hal ini karena
daun yang di beri perlakuan tidak menghasilkan amilum sehingga tidak
menimbulkan warna ungu (Dwijosapoetro, 1994).
Amilum disusun di dalam kloroplas
dan juga di dalam leukoplas sebagai tempat untuk menyimpan. Penyusunan amilum
memerlukan bahan berupa glukosa-1-pospat serta bantuan enzim berupa posporilase
amilum. Molekul glukosa-1-pospat dapat digandeng-gandengkan dengan pertolongan
posporilase ini. Pada penggandengan itu terlepaslah molekul pospat
(Dwidjoseputro, 1994).
Praktikum mengenai uji karbohidrat
dalam tanaman digunakan daun bayam (Amaranthus spinosus) yang sebagian ditutup
dengan alumunium foil untuk mencegah adanya sinar matahari yang mengenai
klorofil agar tidak fotosintesis. Bagian yang tidak terkena sinar tidak akan
menghasilkan amilum, sedangkan bagian yang tidak ditutup alumunium foil/daun
kontrol akan menghasilkan amilum. Setelah daun dibiarkan selama beberapa jam di
bawah terik matahari, kemudian daun direbus alkohol. Hal ini bertujuan untuk
melarutkan klorofil yang ada pada daun, namun amilum yang ada tidak akan ikut
larut karena amilum tidak dapat larut oleh alkohol. Ternyata daun berubah warna
menjadi lebih transparan atau kekuningan. Dwijoseputro (1994) menyatakan bahwa
setelah semua klorofil larut, semua bagian daun ditetesi I-KI maka, warna daun
yang semula transparan akan berubah menjadi ungu gelap. Hal ini menandakan
adanya amilum pada daun tersebut, karena reaksi iodium dalam amilum menimbulkan
warna biru kehitam-hitaman. Sedangkan pada daun yang ditutup alumunium foil
akan berwarna coklat. Namun dalam percobaan tidak dihasilkan warna ungu. Hal
ini dikarenakan larutan IKI yang dipakai sudah tidak berfungsi.
Menurut Salisbury dan Ross (1992)
pembentukan pati atau amilum terjadi terutama melalui satu proses yang
melibatkan sumbangan berulang unit glukosa dari gula nukleotida serupa dengan
UDPG yang disebut adenosin difosfoglukosa (ADPG). Pembentukan ADPG berlangsung dengan
menggunakan ATP dan glukosa 1-fosfat di kloroplas dan plastid lainnya. Reaksi
berikut merangkum pembentukan pati dari ADPG :
ADP + amilosa kecil (unit n-glukosa)
→ amilosa (lebih besar dengan unit n+1glukosa) + ADP.
Menurut Lakitan (2000) karbohidrat
yang terbentuk pada tumbuhan dalam bentuk pati atau amilum. Pembentukan amilum
pada umumnya berlangsung melalui proses yang sama secara berulang-ulang dengan
menggunakan glukosa dari gula nukleosida yang mirip UDPG yang disebut sebagai
Adenosin Difosfat (ADPG). Pembentukan ADPG berlangsung dalam kloroplas atau
plastida lainnya menggunakan Atp dan glukosa-1-p :
(n-glukosa) amilosa → (n+1 glukosa)
amilosa ADPG → ADP
Pembentukan pati terjadi melaui
suatu proses yang melibatkan sumbangan berulang unit glukosa dari gula
nukleotida serupa dengan UDPG yang disebut adenosin difosfoglukosa, ADPG.
Pembentukan ADPG berlangsung dengan menggunakan ATP dan glukosa-1-fosfat di
kloroplas dan plastid. Molekul amilosa yang sedang tumbuh dengan unit glukosa yang
mempunyai gugus reaksi C-4 pada ujungnya, bergabung dengan C-1 glukosa yang
ditambahkan dari ADPG. Pati sintetase, yang mengkatalisis reaksi tersebut
diaktifkan oleh K+. Cabang pada amilopektin antara C-6 pada rantai utama dan
C-1 pada rantai cabang dibentuk oleh berbagai isoenzim dari beberapa enzim yang
secara ringkas disebut enzim percabangan atau enzim Q. Tingkat cahaya yang
tinggi dan siang hari yang panjang, menguntungkan fotosintesis dan translokasi
karbohidrat. Sehingga menyebabkan penimbunan satu atau lebih butir pati di
kloroplas dan penyimpanan pati di amiloplas. Pembentukan pati di kloroplas
diuntungkan oleh cahaya terang, sebab enzim yang membentuk ADPG secara
alosetrik diaktifkan oleh 3-PGA dan dihambat secara alosetrik Pi (Preiss).
Kandungan 3-PGA agak meningkat saat terang sewaktu penambahan CO2 terjadi, tapi
kandungan Pi agak turun karena ditambah ADP untuk membentuk ATP selama
fosforilasi fotosintesis (Salisbury & Ross,1992).
Tanaman jika pada bulan-bulan yang
dingin, konsentrasi gula tinggi sedangkan kadar amilum menyusut, bulan-bulan
panas keadaan itu berkebalikan. Persediaan air yang berlabihan menambah
kegiatan penyusunan amilum. Perubahan pH membawa perubahan kegiatan enzim. pH 7
merupakan pH optimal untuk pembentukan gula, sedang gula akan terbentuk menjadi
amilum jika pH sampai dibawan 7 (Kimball, 1989).
Bahan-bahan yang digunakan untuk
mengetahui adanya amilum dalam daun diantaranya alkohol, larutan I-KI, aquades.
Alkohol berfungsi untuk melarutkan klorofil sedangkan larutan I-KI berfungsi
sebagai indikator adanya amilum dan aquades berfungsi sebagai pencuci.
Karbohidrat adalah zat organik utama
yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan biasanya mewakili 50 sampai 75 persen
dari jumlah bahan kering dalam bahan makanan ternak. Karbohidrat sebagian besar
terdapat dalam biji, buah dan akar tumbuhan. Zat tersebut terbentuk oleh proses
fotosintesis, yang melibatkan kegiatan sinar matahari terhadap hijauan daun.
Hijauan daun merupakan zat fotosintetik aktif pada tumbuh-tumbuhan. Zat tersebut
merupakan molekul yang rumit dengan suatu struktur yang serupa dengan struktur
hemoglobin, yang terdapat dalam darah hewan. Hijauan daun mengandung magnesium
: hemoglobin mengandung besi. Lebih terperinci lagi, karbohidrat dibentuk dari
air (H2O) berasal dari tanah, karbondioksida (CO2)
berasal dari udara dan energi berasal dari matahari. Suatu reaksi kimiawi
sederhana yang memperlihatkan suatu karbohidrat (glukosa) disintesis oleh
fotosintesis dalam tumbuh-tumbuhan adalah sebagai berikut :
6CO2 + 6H2O +
673 cal —-> C6H12O6 + 6 O2
2.3
KLASIFIKASI KARBOHIDRAT
Penggolongan karbohidrat yang paling
sering dikemukakan adalah penggolongan berdasarkan molekul-molekulnya.
- Monosakarida
Monosakarida adalah karbohidrat yang
paling sedrhana susunan molekulnya. Dalam tubuh monosakarida langsung diserap
oleh dinding usus halus, kemudian masuk ke dalam aliran darah. Monosakarida
adalah hasil akhir pemecahan sempurna dari karbohidrat yang lebih komplek
susunannya dalam proses pencernaan. Monosakarida yang penting yaitu glukosa,
fruktosa dan galaktosa. Glukosa disebut juga dekstrosa, banyak terdapat dalam
buah-buahan dan sayuran. Semua karbohidrat dalam tubuh akhirnya akan dirubah
menjadi glukosa. Fruktosa atau levulosa terdapat bersama glukosa dalam buah dan
sayuran terutama dalam madu. Galaktosa hanya ditemukan berasal dari penguraian
disakarida. Buah-buahan mengandung monosakarida seperti glukosa dan fruktosa.
Apabila dua molekul monosakarida berikatan akan terbentuk disakarida (Gambar 3)
dan mengeluarkan air. Dalam bentuk lebih panjang lagi (2-10) monosakarida akan
membentuk oligosakarida dan dalam rantai yang lebih panjang lagi (>10)
monosakarida akan membentuk polisakarida.
Sebagian besar monosakarida dikenal
sebagai heksosa, karena terdiri atas 6-rantai atau cincin karbon. Atom-atom
hidrogen dan oksigen terikat pada rantai atau cincin ini secara terpisah atau
sebagai gugus hidroksil (OH). Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu
gizi, yaitu glukods, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini
mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom
hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyusunan
atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon. Perbedaan dalam
susunan atom inilah yang menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemanisan, daya
larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut. Monosakarida yang terdapat
di alam pada umumnya terdapat dalam bentuk isomer dekstro (D). gugus hidroksil
ada karbon nomor 2 terletak di sebelah kanan. Struktur kimianya dapat berupa
struktur terbuka atau struktur cincin. Jenis heksosa lain yang kurang penting
dalam ilmu gizi adalah manosa. Monosakarida yang mempunyai lima atom karbon
disebut pentosa, seperti ribosa dan arabinosa
Karbohidrat dalam golongan ini
merupakan karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar) karena terdiri atas
3-6 atom C dan tidak bisa lagi dihidrolisa. Monosakarida biasanya mudah larut
dalam air dan umumnya berasa manis sehingga secara umum disebut juga sebagai
gula. Penamaannya juga berakhiran –osa.
Ada beberapa jenis monosakarida yang
paling dikenal dan memegang peranan terpenting dalam kehidupan, yaitu :
- Trios, yakni jenis monosakarida yang memiliki 3 atom C.
Contohnya ialah Gliserosa,
Gliseraldehid, Dihidroksi aseton
- Tetrosa, yakni jenis monosakarida yang memiliki 4 atom C.
Contoh dari tetrosa adalah
threosa, Eritrosa, xylulosa
- Pentosa jenis monosakarida yang memiliki 5 atom C.
Contoh pentose ialah Lyxosa, Xilosa,
Arabinosa, Ribosa,Ribulosa
- Hexosa jenis monosakarida yang memiliki 6 atom C.
Contoh Hexosa ialah Galaktosa,
Glukosa, Mannosa, fruktosa diantara keempatnya ini yang amat dikenal dalam
kehidupan sehari-hari ialah galaktosa, fruktosa dan glukosa.
- Glukosa, terkadang orang menyebutnya gula anggur ataupun dekstrosa. Banyak dijumpai di alam, terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung dan tetes tebu. Di dalam tubuh glukosa didapat dari hasil akhir pencemaan amilum, sukrosa, maltosa dan laktosa.
- Fruktosa, disebut juga gula buah ataupun levulosa. Merupakan jenis sakarida yang paling manis, banyak dijjumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hidrolisa dari gula tebu.
- Galaktosa, tidak dijumpai dalam bentuk bebas di alam, galaktosa yang ada di dalam tubuh merupakan hasil hidrolisa dari laktosa.
- Heptosa, yakni monosakarida yang memiliki 7 atom C.
Contohnya ialah Sedoheptulosa.
- Disakarida
senyawanya terbentuk dari 2 molekul
monosakarida yang sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh
larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida.
Tiga jenis disakarida ialah sebagai
berikut :
a. Sukrosa yakni
gula yang kita pergunakan sehari-hari, sehingga lebih sering disebut gula meja
(table sugar) atau gula pasir dan disebut juga gula invert. Sukrosa mempunyai
dua molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu
molekul fruktosa.
Sumber sukrosa ialah dari tebu (100%
mengandung sukrosa), bit, gula nira (50%), jam, jelly.
b. Maltosa
Mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa.
Di dalam tubuh maltosa didapat dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicema
dan rasanya lebih enak dan nikmat. Dengan Jodium amilum akan berubah menjadi
warna biru. Amilum terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air
panas, yaitu :
1. Amilosa
-larut dengan air panas
-mempunyai struktur rantai lurus
2. Amilopektin
-tidak larut dengan air panas
-mempunyai sruktur rantai bercabang.
c. Laktosa yang
mempunyai 2 (dua) molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa
dan satu molekul galaktosa. Laktosa kurang larut di dalam air. Sumber laktosa
hanya terdapat pada susu sehingga disebut juga gula susu.
- Polisakarida
Polisakarida merupakan senyawa yang
terdiri dari gabungan molekul- molekul monosakarida yang banyak
jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul
monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari
lebih 6 monosakarida dengan rantai lurus/cabang.
Berikut adalah macam-macam
polisakarida :
a. Amilum (pati atau tepung).
Amilum tidak larut di dalam air
dingin, tetapi larut di dalam air panas membentuk cairan yang sangat pekat
seperti pasta; peristiwa ini disebut “gelatinisasi”. Beberapa sifat pati adalah
mempunyai rasa yang tidak manis, tidak larut dalam air dingin tetapi di dalam
air panas dapat membentuk sol atau jel yang bersifat kental. Sifat
kekentalannya ini dapat digunakan untuk mengatur tekstur makanan, dan sifat jel
nya dapat diubah oleh gula atau asam. Pati di dalam tanaman dapat merupakan
energi cadangan; di dalam biji-bijian pati terdapat dalam bentuk granula.
Penguraian tidak sempurna dari pati dapat menghasilkan dekstrin yaitu suatu
bentuk oligosakarida. Molekulnya lebih sederhana jika dibandingkan dengan
tepung dan bersifat mudah larut dalam air, mudah dicerna, sehingga baik untuk
makanan bayi. Pati dapat dihidrolisis dengan enzim amylase. Pati terdiri dari
amilosa dan amilopektin. Beras ketan amilosa (1-2%), beras biasa amilosa > 2
%.
b. Dekstrin.
Dekstrin Merupakan zat antara dalam
pemecahan amilum. Molekulnya lebih sederhana, lebih mudah larut di dalam air,
denganjodium akan berubah menjadi wama merah.
c. Glikogen.
Glikogen merupakan cadangan
karbohidrat dalam tubuh yang disimpan dalam hati dan otot. Jumlah cadangan
glikogen ini sangat terbatas. Bila diperlukan oleh tubuh, diubah kembali
menjadi glukosa. Glikogen merupakan “pati hewani”, terbentuk dari ikatan 1000
molekul, larut di dalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila
bereaksi dengan iodium akan menghasilkan warna merah. Sumber utama glikogen
banyak terdapat pada kecambah, serealia, susu, syrup jagung (26%).
d. Selulosa.
Selulosa merupakan serat-serat
panjang yang bersama-sama hemiselulosa, pektin, dan protein membentuk struktur
jaringan yang memperkuat dinding sel tanaman. Selulosa dengan amilosa bedanya
pada ikatan glukosidanya. CMC (carboxymethil cellulose) merupakan salah
satu contoh turunan selulosa yang digunakan pada pembuatan 15 es krim untuk
memperbaiki tekstur dan kristal laktosa sehingga lebih halus. Selain itu CMC
digunakan pada Industri makanan untuk memperbaiki tekstur. Polisakarida ini
lebih sukar diuraikan dan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : memberi
bentuk atau struktur pada tanaman, tidak larut dalam air dingin maupun air
panas, tidak dapat dicerna oleh cairan pencernaan manusia sehingga tidak
menghasilkan energi, tetapi dapat membantu melancarkan pencernaan makanan,
dapat dipecah menjadi satuan-satuan glukosa oleh enzim dan mikroba tertentu.
Ikatan-ikatan selulosa yang panjang dapat membentuk kapas atau serat rami. Selulosa
dan hemiselulosa terdapat pada bagian-bagian yang keras dari biji kopi, kulit
kacang, buah-buahan dan sayuran. Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan adalah selulosa, karena selulosa merupakan bagian yang
terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan.
e. Inulin
Inulin merupakan pati pada akar/umbi
tumbuhan tertentu. Inulin juga merupakan fruktosan dan mudah larut dalam air
hangat.
f. Glikosaminoglikan
Glikosaminoglikan merupakan
karbohidrat kompleks. Umumnya menyusun jaringan misalnya tulang, elastin, dan
kolagen pada manusia.
g. Glikoprotein
Glikoprotein ini terdapat di cairan
tubuh dan jaringan, umumnya terdapat pada membrane sel dan merupakan protein
karbohidrat
- Oligosakarida
Oligosakarida merupakan senyawa yang
terdiri dari gabungan molekul-molekul monosakarida yang banyak gabungan dari 3
– 6 monosakarida.
KATA
PENUTUP
- Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton dan meliputi kondensat polimer-polimer yang terbentuk.
- Karbohidrat pada tanaman adalah proses fotosintesis akan menghasilkan karbohidrat, terutama glukosa. Diantara berbagai karbohidrat yang penting yang dapat dibentuk oleh tumbuhan dari glukosa adalah selulosa, sukrosa dan pati/amilum. Amilum didalam tumbuhan banyak tersimpan dalam akar, umbi ataupun biji-bijian.
- Karbohidrat dibagi 3 yaitu monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida
DAFTAR
PUSTAKA
K. Murray, Robert, dkk. 2003. Biokimia
Harper. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Martini, dr. Tri. “DIKTAT 1
BIOKIMIA”, Biomolekul Enzim hormon.
Dwidjoseputro. 1980. Pengantar
Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta.
Fressenden, R. J & Fessenden J.
S. 1997. Dasar-Dasar Kimia Organik. Binarupa Aksara, Jakarta
Hopkins, W. B. 1995. Introduction to
Plant Physiology. John Willey and Sons. Inc, New York
Loveless. 1990. Prinsip-prinsip
Biologi Tumbuhan untuk Daerah Topis. Gramedia, Jakarta
Salisbury, F. B. 1985. Plant
Physiology. Wadsworth Publishing Company, California
Tjitrosomo, S. 1985. Botani Umum Jilid
II. Penerbit Angkasa, Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar