Senin, 29 April 2013

Manfaat Singkong




Singkong, Makanan Kaya Manfaat


 






Singkong memiliki nama Latin Manihot utilissima. Dikenal juga sebagai ketela pohon atau ubi kayu atau cassava dalam bahasa Inggris, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae.
Banyak orang menyukai makan singkong. Dari yang hanya direbus, digoreng, atau digoreng dengan tambahan berbagai rasa, hingga keripik singkong. Di beberapa daerah di Asia, umbinya dikenal sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Dalam 100 gram singkong mengandung kalori 154 gram, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, karbohidrat 36,8 gram, sementara seratnya sebesar 0,9 gram, dan kandungan airnya mencapai 61,4 gram. Singkong termasuk dalam karbohidrat kompleks, yang dicernanya lebih lambat sehingga dapat membuat kenyang lebih lama. Daun singkong mengandung vitamin A, B1, dan C, kalsium, kalori, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Singkong sebenarnya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan manusia. Beberapa efek dari singkong juga bisa menyembuhkan penyakit.
  • Reumatik. Untuk menyembuhkan penyakit ini, singkong digunakan sebagai pengobatan dari dalam dan luar. Pada pemakaian luar, gunakan daun singkong 5 lembar ditambah 15 gram jahe. Tumbuk dan oleskan pada tubuh. Untuk pengobatan dari dalam, gunakan 100 gram batang singkong, satu batang serai, garam, jahe 15 gram. Semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air hingga menjadi 400 ml. Kemudian saring dan minum sebanyak 200 ml. Lakukan ini setiap dua hari sekali.
  • Demam. Untuk mengurangi suhu tubuh, gunakan batang singkong. Rebus 60 gram batang singkong dan 300 gram daun singkong dengan 800 ml air. Biarkan air rebusan menyusut hingga 400 ml, saring, dan minumlah. Untuk hasil maksimal, minum dua kali sehari.
  • Luka. Singkong juga dapat digunakan untuk mengobati luka yang telah memasuki tahap infeksi. Tumbuk batang singkong yang masih segar, kemudian letakkan pada daerah luka tubuh atau parut singkong dan borehkan pada luka, lalu tutup dengan perban. Untuk luka yang disebabkan oleh benda panas, singkong diparut dan diperas. Pati yang mengendap diborehkan beberapa saat pada luka.
  • Diare. Untuk mengobati diare atau sakit perut, gunakan daun singkong. Caranya, rebus tujuh lembar daun singkong  dengan 800 ml air, biarkan sampai hanya 400 ml, saring, dan minum.
  • Sakit kepala. Sakit kepala selalu mengganggu aktivitas. Minum obat sakit kepala terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan. Sebaiknya cobalah cara alami dengan menumbuk daun singkong sampai halus, lalu taruh di kepala sebagai kompres.
  • Beri-beri.  Bagi pecinta sayur daun singkong, mereka akan bebas dari penyakit ini. Namun, penderita beri-beri, harus mengonsumsi 200 gram daun singkong rebus, yang bisa dimakan sebagai lalapan.
  • Meningkatkan stamina. Untuk meningkatkan stamina, campurkan 100 gram singkong, 5 butir angco, dan air. Untuk menghindari rasa pahit, tambahkan madu. (*)
Singkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 5-10 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya serat dan karbohidrat namun miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.
Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang manis, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula dibuat tepung tapioka 

Singkong, yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu secara ilmiah mempunyai klasifikasi:
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Upafamili:
Bangsa:
Genus:
Spesies:
Manihot esculenta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar